Follow Us on Twitter

Keluar dari Sangkar..


Siang panas menyeruak memaksa peluh keringat tetes terus menerus padahal AC di kantor telah menyala setelah listrik mati kira-kira 1 jam-an lah. Tiba-tiba aku teringat suatu akan cerita dimana ada mahasiswa suatu universitas ternama di Surabaya yang berani-beraninya menyebut universitasnya sebagai ladang pembunuh kreativitas.

Wew... Mantap jaya.. anarki memang, seorang intelektual seperti dia berani mengatakan hal itu. Meskipun begitu dia masih dalam batas-batas yang sewajarnya tidak sampai merugikan beberapa pihak seperti yang kita lihat sekarang dimana seseorang lebih mengutamakan keegoisannya ketimbang sisi sosialnya.
Merasa bahwa dirinya seharusnya mampu lebih yang dari didapatinya sekarang, mungkin itu yang menyebabkan dia berani mengatakan hal itu. Ketidakpuasan... ya ketidakpuasan yang terjadi sebenarnya. Ketidakpuasan dengan segala pengetahuannya yang hanya itu-itu saja yang didapat.

Bagaikan gasing yang cuma berputar di tempat atau bagai ayam yang terus berada dalam sangkarnya, seperti itulah perumpamaan yang dia berikan terhadap ilmu yang sudah diraihnya. Setelah dia banding-bandingkan ilmu pada dirinya dengan ilmu kakak tingkatnya tidak ada sesuatu yang baru, padahal di dunia sekarang yang bererakan kompetisi, tiap-tiap indvidu diharuskan memiliki suatu ide yang benar-benar muncul dalam dirinya tanpa dimiliki orang lain.

Ketahuilah bahwa sejak dulu kala, sejak kita pertama kali memulai yang namanya aturan, norma dan pikiran-pikiran logis yang mana kita harus mematuhinya, saat itulah kita mulai dikurung dan menerima dogma-dogma pemikiran itu.
Seolah-olah seluruh aturan, norma dan pikiran-pikiran logis adalah sebuah kebenaran mutlak. Ingat, sesuatu yang asalnya hanya dari buatan seorang manusia, itu hanya kebenaran relatif semata dimana kebenaran itu hanya akan ada dan berpihak pada kelompok-kelompok yang meyakininya.

Dari sana lah sangkar-sangkar itu membuat kita jarang atau tidak pernah berfikir keluar dari sangkar dan menemukan sesuatu yang baru. Kreatifitas yang harusnya kita miliki hampir pudar berdampingan dengan pudarnya semangat kebangsaan kita sendiri.

Akankah kita biarkan hal ini seperti ini?? Jawab dengan hatimu..
Category: 0 comment

0 comment:

Posting Komentar